Chat
3 comments November 5, 2009
Update Paling Singkat
Writer’s Block. Project gua masih 75%. Tapi tenang, gua bakal balik beberapa hari lagi. Stay in tune. Cheers. ;
1 comment Oktober 27, 2009
I’m Alive Terus Posting Sedikit
Sekedar posting ganjelan sekaligus pernyataan kalo gua masih idup (baca postingan bawah), ada yang bisa jawab gak kenapa band2 sekarang tiap mau nyanyi vokalisnya selalu ngomong dengan seragam :
1. ‘Ayo nyanyi bareng ya!’ (ini masih wajar)
2. ‘Tangan di atas semua!’ (untuk yang kedua ini gua selalu gak pernah ngerti apa maksud sang vokalis nyuruh penonton angkat tangan ke atas. Lu mau ngeband apa promo Rexona?)
3. ‘Dahsyat/Derings/Inbox mana suaranya!!!’ (lho, ini yang mau nyanyi siapa? Vokalis apa penontonnya?? Kok malah yang nonton yang disuruh angkat suara)
Gua rasa band-band yang sekarang harus bikin variasi kalo mo nyapa penggemar. Bukannya apa2, males aja dengernya gua tiap kali nonton acara musik. Kayak kurang kreatif. Cheers.
NB : Beneran di Jakarta ada UFO?
Add comment Oktober 17, 2009
Ini Bukan Posting Terakhir
Berita hari ini, Rabu 7 Oktober 2009, detikNews.com :
Denpasar – Isu gempa berkekuatan 8 Skala Ricther yang beredar di Bali membuat masyarakat panik. Masyarakat, pegawai kantor dan siswa dipulangkan untuk mengantisipasi jika gempa benar terjadi. Kabar gempa yang diisukan bakal mengguncang Bali membuat seluruh masyarakat resah. Isu ini makin kuat berhembus pada siang hari. Akibatnya, siswa di beberapa sekolah di Denpasar dipulangkan oleh pihak sekolah. “Anak saya tadi telepon kalau sudah pulang sekolah lebih awal. Katanya akan ada gempa besar,” kata seorang pegawai Pemprov Bali Putu Mahaputra kepada detikcom, Rabu (8/10/2009). Kondisi ini membuat panik para orang tua yang bekerja di Pemprov Bali. Mereka pun memilih meninggalkan kantor untuk menjemput anaknya yang pulang lebih awal.
“Teman-teman ada yang jemput anaknya jadi langsung pulang,” kata beberapa pegawai Pemrov Bali kepada rekan-rekannya.
Rasa panik pun dirasakan pegawai di Pemrov Bali. Mereka berhamburan keluar dari gedung tempat bekerja. Bahkan, sebagian pegawai memilih meninggalkan kantor. “Kantor pemprov sekarang sudah agak sepi,” ujar Putu.
*****
Keren banget beritanya. Berhubung gua tinggal di Bali, mohon doanya supaya jika gua tertimpa beton nanti, gua bisa login dan mengupdate blog ini di bawah reruntuhan (dengan seijin Tuhan). Cheers.
1 comment Oktober 7, 2009
Flu Babi dan Michael Jackson
Di tempat tinggal gua sekarang, Bali, lagi hectic banget sama yang namanya flu babi (meskipun sebenernya udah heboh dari dulu kali ye). Penyebabnya gara2 virus ini menyebar dengan cepet di kawasan perkotaan Denpasar, yang mana kawasan ini merupakan jantungnya perekonomian dan pemerintahan Bali. FYI, menurut koran lokal yang gua baca, korban jiwa udah mencapai 10 orang. Kebanyakan orang yang terinfeksi adalah orang2 yang sering berinteraksi langsung maupun tidak langsung dengan babi (yang gak langsung contohnya makan daging babi, yang langsung contohnya ciuman dengan babi). Menurut para peneliti, interaksinya antara lain dapat melalui makanan dan udara, which is poin pertama kalo gua bilang sih gak mungkin banget, siapa juga yang mau makan satu meja sama babi. Yang paling mungkin adalah melalui udara. Makanya sekarang di Bandara Ngurah Rai, nyediain masker khusus untuk mencegah penularan virus flu babi ini dari dan ke negara lain.
Satu yang perlu dicatet adalah, antisipasi semacam ini kayaknya not yet found the trigger deh. Gua menemukan ada beberapa hal lagi yang patut diwaspadai sebagai advice agar tidak tertular virus yang satu ini. Simak :
1. Jangan berjabat tangan dengan babi yang sedang flu. Apalagi sekarang masih ada nuansa idul fitri yang memungkinkan untuk saling berjabat tangan. Tidak usahlah dulu bersilahturahmi apalagi makan opor dan ketupat lebaran bareng sama babi, dia ikut puasa juga nggak.
2. Jangan berciuman dengan babi. Meskipun kamu sering membayangkan babi peliharaanmu sebagai Miyabi, jangan pernah menciumnya. Bukan muhrim bang.
3. Jangan tidur di sebelah babi. Contohnya, temen gua, dia tidur siang bareng babi, pas bangun tau taunya meninggal. Bukan, bukan karena flu babi sih, kebetulan aja pas bangun, dia keluar rumah langsung ditabrak L-300.
4. Jangan mengucapkan kata ‘babi’ kepada orang lain. ‘Babi lu’ contohnya. Apalagi diucapkan di depan kakekmu sendiri. Bisa2 dia kaget dan balas menjawab, ‘Ajegile lu!’ (loh ini kakek2 apa preman gahul?!?)
5. Jangan menerima babi di friend request Facebook kamu, karena kemungkinan besar dia juga akan meng-add temen2 kamu. Kurang keren aja kan kalo sampe satu geng ketawan bertemen sama babi. Apalagi maen tag2an foto juga.
6. Jika kamu memelihara babi, ajarkan babimu untuk menutup hidungnya bila bersin dengan tisu. Ajarkan juga untuk minum Decolgen 3x sehari. Jangan dikasi ineks, nanti babi kamu bisa sakaw.
7. Jangan memakai segala macam aksesoris babi, seperti misalnya kaos gambar babi, anting babi, kalung babi, ikat pinggang babi, tas berlambang babi , dan lain sebagainya yang berhubungan dengan babi. Bila dilihat babi2 yang sedang flu, mereka akan mengira kamu sebagai simpatisan babi, sehingga besar kemungkinan para babi akan mendatangi kamu untuk meminta perlindungan dan juga kasih sayang.
8. Dan yang terakhir, jangan kasi tau alamat website ini ke babi babi. Bila mereka sampai tau, mereka akan menjadi pintar dan nantinya mencari jalur penularan lain (btw, buat babi yang bisa baca tulisan ini, kamu hebat Bi. Bisa ngerti huruf dan sempet2nya mampir ke warnet).
Semoga membantu. Syukur2 kamu bisa jadi pigbuster.
*****
Anyway, ke topik yang sama sekali beda, gara2 gua nonton konsernya Michael Jackson di RCTI pas lebaran kemaren, gua jadi ngefans banget sama Michael Jackson, yang mana sebelumnya gak sama sekali. Nyanyinya mantep, koreonya keren abis, pitch dan auranya juga kejaga dari awal konser sampai akhir. Amazingnya lagi, dia juga gak jadi performers aja, tapi juga sebagai Producer Executive, Art Director, and Coreography Director. Ditambah lagi dia sangat komunikatif banget sama penontonnya sampe2 pada banyak yang nangis. Brilian. Dengan ini gua resmi menjadi fans berat Michael Jackson. Ehm. Agak aneh juga gua ngefansnya pas Michael Jackson udah meninggal, jangan2 nanti gua bakal ngefans juga sama Kangen Band begitu mereka udah ****** semua.

foto ini diambil tanpa ijin dari website yang bersangkutan
Terakhir, selamat Lebaran ya meskipun udah telat jauh. Cheers.
Add comment September 29, 2009
The Academy of Unemployment Sciences
Seperti sudah menjadi tradisi, pertengahan tahun adalah musim bingung bagi anak2 SMA yang sudah lulus sekolah. Mereka lulus, konvoi muterin jalan, menjadikan baju mereka sebagai kanvas lukisan abstrak spidol teman teman mereka, pulang, dan akhirnya bingung, kemana mereka melangkah setelah ini? Ikut UMPTN atau cari kerja, kansnya untuk lolos sangat tipis, jadi apa yang harus dilakukan?
Ehm. Untung ada akademi. Ini juga sekolah lanjutan setelah SMA, namun tingkatannya masih di bawah satu level dari universitas. Nama lainnya biasanya, ‘Lembaga Pendidikan’, ‘Kursus’, atau ‘Institut’. Biasanya yang membuat akademi ini adalah enterpreuner yang pintar dan jeli melihat apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, tanpa masyarakat harus menghabiskan 4 tahun untuk duduk di bangku kuliah dengan biaya yang tinggi. Bahkan konon di beberapa universitas, biaya kuliahnya setara dengan satu harga rumah kecil di Los Angeles. Maka, mulailah bermunculan bak ketombe, akademi2 dalam berbagai macam ilmu, seperti akademi sekretaris, akademi perbankan, akademi seni, akademi moneter, dan lain sebagainya.
Fenomena ini cukup sukses melahirkan pengusaha2 yang kini berjaya di bidangnya. Dan di tahun 2009 ini, gua menangkap titik jenuh pada masyarakat perihal ilmu2 yang diakademikan, dan secara bersamaan gua juga menangkap suatu profesi yang sudah sangat memasyarakat namun belum ada pendidikannya.
Seperti yang sudah sering terlihat dari jaman ke jaman, sektor pengangguran semakin menjadi lapangan kereja yang mau tidak mau harus dijalani oleh kebanyakan rakyat Indonesia. Inilah yang gua liat sebagai peluang yang sangat terbuka buat gua untuk mendirikan sebuah akademi baru yang bernama ‘The Academy of Unemployment Sciences’ bahasa Indonesianya ‘Akademi Ilmu Pengangguran’. Gua jenius ya? Dalam hal ini gua percaya bahwa pengangguran itu membutuhkan ilmu yang bisa dijadikan patokan dan ilmu itu bisa dipelajari di akademi ciptaan gua. Karena gua belom berpengalaman sama sekali, maka gua mengangkat seseorang untuk menjalankan akademi ini. Orang yang gua angkat itu bernama Pak Mamat. Beliau adalah seorang pengangguran yang telah mengabdi pada profesinya selama 12 tahun (herannya ampe sekarang masih idup). Gua udah kenal beliau sejak lama karena kebetulan beliau sering maen gaple di depan rumah gua. Ini bodatanya :
Nama Lengkap : Mamat Abdurahmansyah
Nama Panggilan : Mamat gaul alias Abdur alias Abu Syah alias Mat Abu alias Abu Dzuhri (buset, ini orang apa teroris??)
Umur : 35 tahun
TTL : Jakarta, 18 Mei 1965
Alamat : Poskamling
Jenis Kelamin : kadang lelaki
Tinggi : 163 cm
Berat : Banget
Makanan kesukaan : Tahu tek
Minuman kesukaan : Fanta campur jahe
Hobi : maen gaple, suit2in perawan yang lewat
Artis yang ingin dipacari : Widi ‘Vierra’
Cita-cita : Dokter Spesialis
Musik favorit : Progresive Jazz, Nu’ Soul, Trip-Hop, Bosanova, dan Physcedelic Rhytm and Distortion
Band Favorit : Hijau Daun
Film Favorit : Brokeback Mountain, Buku Harian Nayla
Moto hidup : Ngutang yuk
Jadi, beliaulah yang akan menjalankan operasional kegiatan sehari hari di akademi gua. Ok, sebagai founder The Academy of Unemployment Sciences, gua juga membuat sebuah dasar filsafah sebagai pedoman dasar akademi ini, yaitu :
Penganggur tetap merupakan manusia seutuhnya dan warga negara penuh dengan segenap hak2 sipilnya. Seorang penganggur tidak perlu malu dengan profesinya, karena ia bisa disebut pahlawan tanpa tanda jasa karena ia ikut menopang tegaknya masyarakat suatu bangsa, sebagaimana adanya dengan kelompok2 masyarakat lain seperti wiraswasta, eksekutif muda, direktur, dan lain2. Penganggur bahkan harus bangga karena semua bangsa di dunia ini, baik yang sedang berkembang maupun sudah maju, pasti selalu mempunyai kelompok penganggurannya masing2, dan sangat jarang ada orang yang rela menekuni profesi sebagai penganggur. Dalam hal ini, Indonesia dengan kelompok penganggurnya tidak kalah dengan berbagai kelompok penganggur dari Amerika, Australia, Italia, dan Belanda. Sungguh prestasi yang membanggakan. Maen bola boleh kalah, tapi pengangguran kita bersaing.
Falsafah lainnya adalah, penganggur jangan dianggap sebagai parasit, mereka harus kita anggap sebagai faktor pengimbang dan faktor pelengkap suatu masyarakat, atau disebut juga balancing factor and complementary factor of society. Bayangkan bila tidak ada penganggur, siapa yang akan menciptakan atmosfer orang berjalan luntang-lantung di jalan siang hari, dan nongkrong di poskamling maen gaple minum tuak di malam hari? Dan mau dikemanakan industri papan nama yang tidak akan menerima lagi pesanan dari kantor2 untuk membuat papan bertuliskan ‘Tidak Ada Lowongan?’ Siapa coba yang akan mengisi fungsi sosial masyarakat tersebut seandainya penganggur tidak ada? Siapa? Dan tujuan gua membuat The Academy of Unemployment Sciences adalah mendidik dan melatih para mahasiswanya agar dapat merasa bangga dengan status pengangguran dan siap melakukan tugas pengangguran dengan terampil dan profesional. Oleh sebab itu, kurikulum gua buat berbasis kompetensi dengan mengacu pada falsafah dan tujuan akademi seperti yang tertulis di atas.
*****
6 tahun kemudian.
Dalam beberapa tahun, The Academy of Unemployment Sciences menjadi primadona baru bagi rakyat Indonesia. Semua lulusan SMA yang tidak mau susah menempuh pendidikan pasti memilih akademi ini. Di tahun 2009, total terhitung 35.000.000 orang berhasil diwisuda (termasuk gembel, bencong traffic light, dan pelacur). Sang pengelola, Mamat Abdurahmansyah pun sukses. Keuntungan dari akademi ini membuatnya bisa naik haji 10x, beli mobil mersi, nyewa apartemen, dan tak lagi ngeteng korek di warung (buset, korek aja ngeteng). Bagaimana dengan sang pemilik? Ehm, gua sukses memperistri Mey Chan, Jupe, dan Arsih (panggilan sayang gua ke Aura Kasih). Kini gua punya 3 dayang, sekali maen bertiga tanpa giliran, gua sampe menjrot.
Januari 2010, hal yang tidak terduga terjadi. Akademi gua mengalami chaos. Mahasiswa merasa selama ini ditipu. Pak Mamat disamping menjadi pengelola dan penjalan The Academy of Unemployment Sciences, juga aktif mengajar sebagai dosen. Ini yang dikeluhkan. Ia dikualifikasikan sebagai bekerja, bukan menganggur. Setelah diusut lebih jauh, para mahasiswa jadi tahu bahwa Pak Mamat tidak pernah punya ijazah penganggur. Mereka lalu berkesimpulan, bagaimana The Academy of Unemployment Sciences bisa bermutu jika pengajarnya saja tidak menjalankan fungsi2 penganggur dengan baik? Dan di tanggal 21 Januari 2010, terjadi demo besar2an dengan melibatkan berbagai mahasiswa dari resimen akademi lainnya. Kantor diserbu, dan mahasiswa memaksa mundur aparat agar bisa menduduki kantor. Mirip dengan Tragedi Semanggi 1988. Mahasiswa memakai batu, bambu runcing, petasan lebaran, dan air raksa, sedang polisi hanya memakai gas air mata. Bisa ditebak, setengah jam kemudian aparat benar2 mundur hingga mahasiswa berlarian ke dalam. Mahasiswa memborbardir kantor dengan batu, menyobek semua berkas berkas, membakar almari2, dan overall, meluluhlantahkan semua yang ada di dalam kantor.
Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, Pak Mamat yang hari itu menjadi satu satunya orang yang ada di dalam kantor ikut menjadi objek kemarahan mahasiswa. Pak Mamat dihabisi beramai ramai hingga darah berceceran, usus terburai, otak terbang, puting terpecah delapan, pantat tertembus bambu runcing, anus pindah ke muka, dan kemaluan terlipat2 seperti kertas origami. Tidak sampai disitu saja, tubuh Pak Mamat yang sudah tak bernyawa disate dengan kejamnya oleh para mahasiswa dan diberikan kepada tukang sate yang lewat. Tukang sate yang diberikan merasa kaget dan terharu melihat ada daging sate sebesar itu. Pikirnya, lumayan buat lebaran nanti. Untung saja Pak Mamat sudah sempat naik haji jadi dagingnya insyaallah tidak haram.
Selesai menghabisi Pak Mamat, mahasiswa beramai ramai membakar semua ruangan yang ada. Mulai dari kantor, ruangan kelas, ruang praktek, bahkan wc pun tidak luput dari sasaran. Saking semangatnya untuk membakar, mahasiswa tidak sadar bahwa mereka sudah keluar dari kompleks akademi, buntutnya rumah orang juga ikut terbakar. Masyarakat sekitar yang merasa tidak ikut terlibat pun marah. Mereka mengambil senapan laras panjang M 16, bom rakitan jenis low explosion, juga air bekas rendaman celana dalam untuk mengcounter attack mahasiswa. Mahasiswa sendiri sudah mengajukan permohonan maaf dan siap mengganti biaya kerusakan rumah beserta perabotannya, tapi apa daya, emosi masyarakat sudah tidak lagi dapat diredam. Terjadilah perang antara mahasiswa dengan masyarakat setempat.
Masyarakat melemparkan bom ke arah mahasiswa. 178 orang tewas seketika.
Mahasiswa membalas dengan melemparkan botol air raksa ke masyarakat. 35 orang sekarat dengan tetek bernanah.
Masyarakat menembak dengan M 16. 280 orang tumbang.
Mahasiswa membalas dengan melemparkan bambu runcing. 5 orang pecah otak.
Yang terakhir, masyarakat menyiramkan air bekas rendaman celana dalam. 325.000 ribu mahasiswa tewas seketika.
Mahasiswa habis.
Akhir dari pertempuran ini dimenangkan masyarakat setempat. Ribuan mahasiswa menyusul Pak Mamat yang sudah duluan ke alam baka. Finally, semua memang cepat berlalu, baru kemarin rasanya akademi ini gua buat dengan pertimbangan yang sangat matang, sekarang semua sudah rata dengan tanah. Gua beruntung kasusnya berhenti sampai disini, sehingga gua selamat tidak dicari mahasiswa. Dengan ini gua sebagai founder and vice president The Academy of Unemployment Sciences menyatakan bahwa mulai Senin depan, akademi ini sudah tidak beroperasi lagi. Masalah2 yang menyangkut dengan berkas2 atau hutang2 dianggap selesai. Tidak puas? Bagus. Makanya saya sekarang kabur ke Desa Botswana, Zimbabwe untuk jadi kepala desa. Cheers.
2 comments September 20, 2009
Quick Posting Disaat Nungguin Orang
Mumpung sekarang emang lagi bulan puasa, gua akan membeberkan beberapa aktivitas yang bila dilakukan dapat menyebabkan puasa anda batal. Aktivitas2 ini seringkali sepele dan tidak disadari. Inilah dia :
Duduk. Duduk sambil makan nasi padang, rawon, seafood dan sejenisnya adalah bisa membatalkan puasa. Sedangkan duduk sambil ngupil tidak membatalkan puasa, dengan catatan upil tersebut tidak dimakan ataupun dicampurkan dengan orange juice.
Tidur siang. Tidur siang di atas tubuh pembantu akan membatalkan puasa. Apalagi kalo pembantu tersebut juga suka ditiduri. Maka dosanya akan manjadi 2 arah, bahasa inggrisnya two cross. Seperti nama drummer Dewa ya, Tyo Twocross, ok gak penting. Selain tidur siang di atas tubuh pembantu, tidur siang di atas rel kereta api yang sedang melaju juga bisa membatalkan puasa. Puasa batal, buka batal, nyawa sekalian passed out.
Berlari. Berlari dengan semangat ke tempat pelacuran dan memesan minimal satu daripada mereka akan membatalkan puasa. Sedangkan bila tidak jadi memesan karna tarif terlalu mahal, disarankan nego dulu (?). Satu lagi, berlari setelah mendorong nenek – nenek ke jurang juga membatalkan puasa, bahkan juga bisa membatalkan puasa nenek tersebut jika nenek itu berkata sembari jatuh, ‘Bangsat luh pukimai!’ (buset, ini nenek2 apa preman terminal?)
Bernyanyi. Bernyanyi lagunya Kangen Band dengan judul apa saja adalah pasti membatalkan puasa. Saya tidak tau dimananya yang bikin batal. Tapi yang jelas, pokoknya batal.
Bengong. Bengong sambil minum Frestea di warung adalah bisa membatalkan puasa. Apalagi kalo sambil ngebayangin model iklannya, yaitu Aura Kasih lagi jalan2 sambil pake u can see ijo. Saran saya, ubahlah sosok Aura Kasih dipikiran anda menjadi Aurat Sapi yang bernanah ijo. Dijamin langsung eneg.
Ok, sekian. Sebenernya masih banyak hal2 yang di luar dugaan bisa membatalkan puasa, tapi gua membatasi hanya sampai disini saja. Bukannya gua pelit gak mau ngasi tau yang lainnya, tapi melainkan karna gua bingung apa lagi yang mo gua karang.
******
Anyway, gua lagi ada project tulis-menulis, tapi updatenya ntar aja ya gua kasi tau kalo udah fix. Karang gua lagi duduk bosen nungguin orang sambil dengerin iPod. Goblok lama banget orangnya gak muncul-muncul.
PS : Emak2 pada punya account Facebook. Bentar lagi emak2 pada ngumpul maen Mafia Wars.
7 comments September 10, 2009
Kondom, Sebuah Ramalan Tentang Masa Depan
Jaman sekarang adalah jamannya globalisasi dan keterbukaan. Semua orang kini sudah tidak malu malu lagi untuk mengungkap sesuatu yang dulunya dianggap tabu. Misalnya, dulu pria selalu pipis berdiri, sekarang sah sah saja melihat pria pipisnya jongkok. Dulu wanita pipis jongkok, sekarang sudah ada yang berdiri, begitu dilihat ternyata bencong (alamak, itu titit apa jerawat). Kasus lain, dulu hanya wanita yang pake rok, sekarang pria juga sudah ada yang pake, bahkan di beberapa negara hal ini menjadi tren baru. Bagaimana di Indonesia? Bukan gak mungkin kalo pabrik celana dalam GTman udah berhasil nangkep peluang pasar disini, hal itu akan segera terealisasi. GTman Skirt : Rok Pria Anti Selip, Namun Mudah Nyelipin. Out now on stores.
Kalo lu perhatiin sekarang, ada satu fenomena yang lagi happening banget di Indonesia. Dari anak kecil sampe kakek2 tau semua. Yang kecil penasaran akan aneka ‘rasa’nya, yang tua penasaran ‘pakenya’. Tidak lain tidak bukan itu adalah kondom. Rasanya baru kemaren kata ‘kondom’ hanya bisa diucapkan di kalangan terbatas, sambil cekikikan, atau dalam kuliah kedokteran, yang mana mahasiswanya dituntut berwajah serius padahal dalem otak udah cabul. Jaman dulu kata ini juga tidak pernah terekspos sebagai kata umpatan pergaulan sehari hari, namun kini? Tinjau sample :
Dudul : ‘Ngehe lu, nyet! Duit gua tadi disini mana? Lu ambil ye!’
Dodol : ‘Pala’lu kondom! Kan udah gua kasi tadi!’
Lihat, kata ‘Kondom’ sudah naik tingkat menjadi bahasa gaul. Tidak tertutup kemungkinan nantinya di forum2 chating seperti Yahoo Messenger dan MSN akan terdapat icon kondom sebagai bahasa gaul di samping smileys lainnya.
Kondom juga sudah menjadi istilah segala umur bahkan sering diperbincangkan di kalangan terhormat, dan tidak bisa dipungkiri lagi jika iklan kondom adalah iklan yang sangat kreatif yang patut disejajarkan dengan iklan rokok. Tagline seperti, ‘Karena Rasa Adalah Segalanya’ atau ‘Lebih Aman Lebih Puas’, sekarang banyak berkeliaran di layar kaca, lengkap dengan pengisi suara seorang perempuan yang digenit genitin. Oh ya, ngomong soal perempuan, jangan lupakan peran Julia Perez. Kak Juli (sok akrab abis) adalah orang yang mempopulerkan sistem ‘beli-cd-dapet-kondom’ dengan hits singlenya ‘Belah Duren’. Gua gak ngerti kenapa albumnya gratis se-pak kondom. Mungkin albumnya ingin mengatakan, ‘Belahlah duren dengan kondom ini.’ Wah, kalo beneran bisa asik juga. Ntar kalo pembantu gua ribut mau ngebelah duren gak bisa, gua tinggal ngomong, ‘Jangan pake golok, Bi. Bacok pake kondom ini.’
Karena invasi super cepat dari kondom, prediksi gua, di tahun 2010 nanti, sistem perekonomian negara kita akan berubah, dari sistem Ekonomi Campuran ke sistem Ekondomi Pasar Bebas. Inilah saat dimana kondomisasi masyarakat sudah mencapai titik seutuhnya. Ketika kondomisasi masyarakat menjadi subsektor ekonomi yang terpenting dalam sektor kontraseptik perekonomian Indonesia. Ketika kondom bukan saja boleh dibaca oleh anak-anak, tetapi juga boleh dipakai.
Berikut ini adalah ramalan keadaan yang gua prediksi akan terjadi nantinya. Simak.
*****
Situation 1
Sebuah pemandangan di suatu mall besar di Jakarta. Tampak sepasang suami istri yang sudah mempunyai 14 anak, sedang memilih milih kondom di salah satu tokoh lantai 1, yang khusus menjual alat alat kontraseptik. Di hadapan mereka, dalam display counter maupun rak2 pajangan, berjejer berbagai merek kondom dalam negeri maupun dalam negeri. Semuanya disajikan dengan bermacam ukuran dari S (Small), M (Medium), L (large), XL (Extra Large ; yang ini impor), dan HSXL (Horse Power Extra Large ; yang ini juga impor, terinspirasi dari kuda). Motif dan warnanya pun beragam. Ada yang bermotif tribal, bunga lili, pokemon, gi joe, transformers, harry potter, iron man (uanjing ini kondom apa pelem), dan lain sebagainya.
‘Yang ini saja Pa, bagus.’ sang Ibu berkata sambil menunjuk salah satu kondom di display.
Suaminya mengamati sebentar kondom itu, lalu berkata, ‘Gak ah mi, terlalu norak. Masak papi pake kondom yang motifnya Doraemon? Gak ah.’
Sang suami dan istri pun mengamati kondom lainnya. Sesaat kemudian pasangan itu menjatuhkan pilihan pada kondom yang berada di rak pajangan dengan motif batik Jogja.
‘Yang ini saja Mi. Terlihat tradisional.’ kata Papi.
‘Ok deh, tapi diliat ukurannya dulu. Muat apa tidak?’
Sang suami pun meneliti sebentar dan mensamakan persepsi ukurannya dengan ukuran kondom. Sayang petugas toko tidak memperbolehkan sang suami untuk mencobanya terlebih dahulu. Aib katanya. Beberapa waktu kemudian sang suami menaruh kembali kondom itu sambil berkata, ‘Kebesaran, Mi.’
Sang istri melihat sekilas ukuran kondom itu. Tertera huruf ‘S’ yang mana itu adalah ukuran terkecil ; Small. Sang istri kaget, tidak percaya bahwa selama ini ia ternyata bersetubuh dengan cacing.
Karena tidak jua mendapat kondom yang sesuai ukuran dan motif yang diinginkan, pasangan ini meninggalkan toko kontrasepsi tersebut.
Dimana ada formal, disitu ada informal. Dan di seberang mall tersebut berderetlah barisan gelaran kaki lima. Ada yang menjual aneka makanan dan minuman, mainan, baju bekas, sepatu bekas, dan ehm…kondom bekas.
‘Seribu tiga seribu tiga! Dipilih dipilih! Mari, bu, dipilih bu! Kualitas masih bagus meskipun udah butek! Ayo, silahkan dipilih!’
Pasangan ini pun merasa mendapat angin segar. Pikir sang suami, siapa tau saja disana ada kondom yang sesuai ukurannya.Mereka pun segera bergegas menyebrang.
‘Cari kondom Pak? Yang ini bagus pak, impor punya.’ sang pedagang menawarkan salah satu kondom pada sang suami.
‘Tapi kok, sudah menghitam?’ sang suami ragu.
‘O iya, pak soalnya itu import dari Zimbabwe, ets, tapi jangan salah itu masih mulus Pak. Baru dipakai satu kali, itupun tidak jadi karena yang punya dulu impoten. Bagaimana pak? Tertarik? Kalo kebesaran, kami juga melayani jasa press kondom agar lebih kecil.’
Sang suami berdiskusi sebentar pada sang istri. 5 menit kemudian pasangan ini sepakat untuk mengambil kondom ini.
‘Oke bang. Kami ambil yang ini…tapi dipress dulu bang.’
Tidak berapa lama pasangan ini pulang dengan membawa satu buah kondom hitam impor. Mereka berhasil. Yang mereka ketahui kemudian adalah warna hitam kondom itu berasal dari kotoran yang mengerak selama 8 tahun. Aslinya, kondom itu transparan.
Situation 2
Pada masa ini, pemerintah tidak lagi memasukan kondom dalam sektor industri, tapi lebih kepada sektor garmen. Ini dikarenakan peluang market lebih terbuka jika kondom ditempatkan dalam sektor ini. Garmen sangat identik dengan fashion, fashion sangat identik dengan fashion show, maka masuklah kondom menjadi bagian dari fashion show. Para peragawan lantas banyak yang beralih dari meragakan busana jas mewah, ke peragaan kondom. Akhirnya muncullah istilah Peragadom. Peragawan Kondom. Semakin hari Peragadom semakin laris diburu oleh para pengusaha, hal ini rupanya menimbulkan ketidak senangan maupun kesenjangan bagi para peragawati wanita. Suatu hari, disebuah kafe, mereka mengadakan rapat.
‘Kita tidak boleh tinggal diam! Ini diskriminasi!’ teriak sang Ketua Peragawati. ‘Kalau keadaannya seperti ini terus, bisa2 kita kehilangan nafkah! Kita harus menciptakan usaha sendiri yang bisa merebut pasaran dari masyarakat! Ada ide?’
Seluruh anggota rapat terdiam. Pelayan kafe terdiam. Satpam kafe juga terdiam, tapi dia diamnya karena emang bisu. Tiba2 salah satu anggota berdiri dan berkata, ‘Pembalut! Kita adakan peragaan pembalut wanita!’
‘Betul!’
‘Ya!’
‘Kita lawan kondom dengan pembalut!’ anggota lain mulai saling sahut2an.
‘Baik, kita adakan voting, siapa yang setuju dengan peragaan pembalut angkat tangan!’ seru sang Ketua dengan lantang.
Seluruh anggota mengangkat tangan.
‘Ok, karena kalian semua setuju, mulai besok kita tidak memeragakan busana lagi! Kita akan memperagakan pembalut!’
‘Ye!
‘Hore!’
Plot kejadian berakhir sampai disini. Hasilnya inconclusi alias belum jelas bagaimana akhirnya. Penulis tidak dapat berkesimpulan lebih lanjut apakah pihak peragawati dapat menggeser posisi puncak Peragadom di kancah fashion show tanah air. Semuanya masih menunggu iklan Softex terbaru. Apakah nantinya pembalut juga dibuat bermotif atau tidak.
Situation 3
Ini adalah ramalan situasi yang hampir dapat dipastikan tidak berhasil, yaitu usaha untuk merubah sektor garmen kondom ke sektor pangan. Ada usaha dari beberapa kalangan pengusaha kondom yang membubuhi kondomnya dengan rasa2 baru, seperti rasa soto mie, rawon, sate kambing, ayam bakar, pizza, burger keju, lasagna, jengkol, pete, pecel, dan berbagai rasa lainnya baik rasa tradisional maupun Eropa. Sayang, hal ini segera dicekal oleh pihak BPOM, dan pihak Bulog, karena dikhawatirkan bila kondom ini beredar, sektor bahan pangan maupun bumbu masak akan mengalami kerugian.
Hal ini memang logis terjadi, karena bila masyarakat ingin menyantap rasa makanan favoritnya, mereka tidak usah memasak lagi, tinggal membeli kondom dengan rasa yang diinginkan, gunting2, lalu santap dengan nasi hangat. Mungkin bila tidak dicekal, kondom juga akan berpotensi sebagai camilan keluarga. Anak2 akan minta uang jajan untuk membeli kondom dengan rasa es krim. Ada kemungkinan juga didirikan Restaurat yang khusus menjual aneka panganan yang terbuat dari kondom.
Well, ketiga situation ini masih berupa ramalan. Gua masih belom bisa memastikan ini akan terjadi atau tidak nantinya, namanya juga ramalan.Tapi kalo ramalan ini beneran terjadi, cepatlah bertobat. Kiamat sudah dekat.
(Artikel ini juga dimuat di Great! Magazine Bandung, edisi Agustus 2009)
5 comments September 1, 2009
Cari Tempat Kuliah? Masuk sini
Buat pelajar yang baru2 ini lulus SMA dan mau meneruskan studinya ke Perguruan Tinggi, pastinya ada kebingungan yang harus dihadapi, yaitu memilih Perguruan Tinggi mana dan jurusan apa. Ke fakultas teknik? Rakit tamiya aja gak bisa. Ke fakultas ekonomi? itung 1+1 aja masih sering salah. Ke fakultas satra? Les privat bahasa inggris kilat yang ditanggung mahir dalam satu minggu saja, baru 2 hari sudah drop out. Lalu, harus kemana?
Tenang. Saat ini pertanyaan macam itu tidak perlu ditanyakan lagi. Saya, Prof.Dr. Johan Emanuel, SH, Mn,Cre, t, MBA.,Mcd.,MCK., seorang pakar pendidikan yang gahul berat, telah menemukan terobosan baru di dunia perkuliahan. Terobosan ini merupakan jawaban atas semua problema pendidikan di Indonesia.
Simak testimonial dari saya :
Telah bertahun tahun perguruan tinggi di Indonesia mencetak banyak lulusan sarjana di berbagai bidang konvensional. Namun, adakah yang tau bagaimana nasib mereka sekarang? Disisi lain orang yang mau kuliah juga dihadapkan dengan biaya yang sangat besar dimana istilah ‘uang bangunan’ setara jumlahnya dengan uang pembangunan satu rumah di Eropa Timur. Begitu masuk kuliah, orang kembali dihadapkan dengan biaya lainnya seperti SPP, uang diktat, uang KTM, uang majalah, uang skripsi, dan uang2 lainnya yang seakan akan terus mengejar. Ini sangat tidak adil. Oleh karena itu, saya tergerak untuk mendirikan lembaga tingi yang sangat sesuai dengan jiwa dan pembawaan para pemuda kita, agar mereka mendapat kesempatan seluas luasnya, untuk mengembangkan dan mempraktekan bakat mereka tanpa harus memikirkan biaya yang tinggi. Cukup dengan 50 juta per minggu, mahasiswa dijamin lulus. Sebelumnya mari saya jelaskan terlebih dahulu tentang konsep perguruan tinggi yang saya buat ini.
Kita tahu, semenjak SD, SMP, lalu SMA, generasi muda kita selalu dikondisikan untuk menerima saja segala ilmu pengetahuan yang para guru berikan kepada mereka, tanpa diberi peluang untuk menyampaikan pendapat ataupun pandangan dari pribadi mereka sendiri. Nah, pada usia 20 tahun-an, generasi kita biasanya akan dituntut untuk bisa mengeluarkan pendapat mereka sendiri untuk didengarkan di kampus, disinilah timbul masalah. Bagaimana bisa berpendapat kalo dari kecil terus dibungkam? Bagaimana bisa? Keadaan ini sangat sadis. Persis seperti salah satu judul lagu Afgan. Anda tau Afgan? Suka? Saya baru ketemu Afgan kemarin, dia bilang dia akan segera membuat album baru. Salah satu bocorannya dia akan menyanyikan satu lagu yang kabarnya didedikasikan untuk vokalis Kangen Band. Lagu itu berjudul ‘Wajahmu Menghancurkan Duniaku’. Albumnya sendiri akan terbit bulan Oktober nanti. Oh ya, Afgan itu dulu teman kecil saya, dulu kita sering maen dokter2an, saya suntik dia pake air got, eh dianya pingsan. Ini saya kok jadi ngelantur? Maaf, kalo ngomong soal Afgan saya jadi susah konsen.
Ok, kembali ke topik, karena keadaan itulah para generasi muda menjadi frustasi dan lalu suka memprotes, membangkang, dan menggugat otoritas dari orang yang ada di atasnya karena tidak sejalan dengan pemikirannya.Maka itulah saya akan mendirikan fakultas yang justru mengakomodasi kebutuhan dan pembawaan para generasi muda itu, yang tidak akan melahirkan frustasi mereka. Fakultas ini akan mengajarkan ilmu – ilmu protes yang elegan, dengan begitu para generasi muda bisa memperoleh wadah untuk menyalurkan aspirasi mereka. Fakultas ini bernama Fakultas Protestologi. Lalu pertanyaannya, apa saja mata kuliah yang ada disini? Tenang, jangan bimbang dan jangan kentut. Fakultas Protestologi hanya mempunyai 3 mata kuliah, yang pertama :
1. Mata kuliah Delegasi.
Di sini, mahasiswa diajari dan dilatih berangkat berbondong2, dan begitu datang di tempat tujuan, membatasi jumlah penghadap menjadi beberapa wakil yang akan menghadap sasaran yang dituju. Latihan ini bertujuan agar mahasiswa dalam waktu singkat memilih siapa2 saja yang harus menghadap dan berdebat dengan sasaran, dan siapa2 yang harus dilatih duduk menunggu di lantai teras sambil teriak2. Ilmu ini ilmu yang sangat dasar sekali.
2. Mata kuliah Sloganologi
Di sini, mahasiswa diajarkan cara untuk membuat poster atapun karikatur sasaran yang akan dicela atau dinjak injak pada saat demonstrasi. Mahasiswa juga diajarkan untuk bisa membuat yel-yel yang kreatif seperti yel yang di kuis ‘Siapa Berani’ yang ngetop beberapa tahun silam. Mata kuliah ini juga berguna bagi mahasiswa yang ingin menjajal karir di bidang advertising.
3. Mata kuliah Batutologi
Di sini, mahasiswa dilatih untuk melempar batu tepat sasaran. Mata kuliah dimulai dari pengajaran memilih batu mana yang cocok untuk dilempar, kecepatan masing2 batu, dan juga titik tolak masing2 batu.
4. Mata kuliah Demonstrasi
Inilah mata kuliah praktek dari semua mata kuliah di atas tadi. Disinilah akan dinilai apakah mahasiswa yang bersangkutan dapat disebut lulus atau tidak. Sebelumnya, diajarkan terlebih dulu ketrampilan akhir yaitu ‘Ilmu Mengeles Pentung dan Kebal Gas Air Mata‘, untuk persiapan menghindari emergency case apabila keadaan sudah berkembang sampai ke taraf itu.
Bagaimana? Tertarik masuk Fakultas ini? Segera hubungi saya melalui imel secepatnya agar saya bisa secepatnya juga mengurus asuransi anda. Akhir kata, Terima Kasih banyak.
Hormat Saya, Prof.Dr. Johan Emanuel, SH, Mn,Cre, t, MBA.,Mcd.,MCK., praktisi pendidikan yang gahul berat
2 comments Agustus 26, 2009
Mahasiswa Menggugat!
Bagi manusia, yang asasi itu selain hak2nya, juga kebebasannya. Karena itu, asas manusia adalah berhak untuk bebas dan bebas untuk berhak. Konsekuensinya ialah, manusia berhak sekaligus berhak berasas. Apalagi kalo asasnya, asas tunggal. Hal ini bisa dibuktikan dengan sudah lamanya para tokoh2 besar ataupun tokoh kebebasan mencanangkan dan memperjuangkan kebebasan. Voltaire, Jefferson, Lincoln, Karl Max, juga Hitler yang merasa bebas untuk membunuh orang Yahudi, dan orang Yahudi yang merasa bebas membunuh semua orang Palestina. Semua tokoh diatas gua sangat salut yang berani memperjuangkan kebebasannya, walaupun tidak sedikit caranya yang sangat menyimpang dari perikemanusiaan. Paling tidak, mereka berani.
Situasi seperti itu mungkin menjadi pecutan bagi Indonesia yang kemudian memunculkan berbagai front2 pembebasan dan juga teologi pembebasan. Maka setelah berhasil memperjuangkan kebebasan dari Belanda, manusia Indonesia memperjuangkan buta huruf, bebas dari kemiskinan, bebas dari g 30 spki, dan bebas dari Soekarno yang sedang bingung dimana lagi dia mencari gadis2 untuk dikawini, dan gua juga bebas berpendapat bahwa Indonesia akan tetap merdeka tanpa Soekarno. Tapi, masalah itu lain kali saja dibahasnya, banyak yang akan tersinggung nanti.
Langsung saja, menurut gua, sekarang ini sudah saatnya bagi mahasiswa untuk memperjuangkan kebebasannya dari bayar kuliah! (penulis emosi soalnya gak punya duit buat bayar skripsi). Argumentasi gua : Selama di Perguruan Tinggi, setiap harinya seorang mahasiswa belajar untuk enam sampai tujuh jam di kampus (asumsi lu gak bolos buat pacaran sambil grepean di kantin). Sedatang di rumahnya, ia harus belajar lagi selama waktu yang sama (anggaplah). Jadi, jumlah waktu ia belajar dalam sehari bisa sampai 12 atau 16 jam. Belajar adalah bekerja, malah kadang2 lebih berat (iya dong, lu duduk depan meja, buka buku yang mana lu gak ngerti sama sekali, punggung pegel, ditambah lagi saat itu tv lagi nayangin program Termehek Mehek idola lu).Tapi kalo bekerja di kantor, untuk sekian lama bekerja, lu bakal dikasi bayaran yang sesuai. Sedangkan mahasiswa, jangankan digaji, lu malah disuruh bayar. Dimana logikanya ini? Paling tidak kalaupun mahasiswa tidak dibayar untuk waktu belajarnya, sedikitnya dia harus dibebaskan dari keharusan membayar uang kuliah, pendaftaran dan lain sebagainya. Toh kalo mahasiswa tersebut lulus dan bekerja, pemerintah mereguk keuntungan juga. Sample : Pajak Penghasilan.
Ada satu hal yang membuat gua bingung dan ketawa sendiri kalo denger kata ‘SKRIPSI’. Sebelum mahasiswa nyusun skripsi sebagai tugas akhir, mahasiswa diharuskan untuk magang (PKL, KPM, atau istilah lainnya). Magang adalah saat dimana kita bekerja untuk suatu perusahaan demi mengetahui seluk beluk perusahaan tersebut dan membiasakan diri merasakan atmosfer dalam dunia kerja. Perhatikan 2 kata yang gua bold : SUATU PERUSAHAAN. Anehnya, kenapa kita harus bayar ke kampus lagi kalo mau magang? Katakanlah kita kerja buat orang, kenapa malah kita yang bayar? Gak ngerti gua. Pengecualian, kalo kita yang magang, kampus yang nyusunin skripsi. Itu masih masuk logika. Tapi ini? Udah magang, skripsi juga buat sendiri, bayar pula. Asem.
Satu jenis kebebasan lagi yang gua tuntut adalah kebebasan nilai. Argumentasi gua : Seperti halnya rakyat dimana saja di bumi ini, mahasiwa bebas untuk menentukan nasib sendiri dalam segala ujiannya. Yang sudah susah payah belajar adalah si mahasiwa, yang peras otak menggarap ujiannya juga mahasiswa itu sendiri. Kok yang menentukan nilai, apalagi lulus-tidaknya ia malah orang lain, dosennya. Ini sangat tidak sesuai dengan demokrasi. Mahasiswa menjadi seperti pelacur yang disewa untuk memuaskan salah satu pihak yang mana pihak tersebut bisa memakai tubuh pelacur ini sesuka hati dan mendapat kepuasan, sedang pelacur itu sendiri yang sudah ‘kerja keras’ tidak mendapatkan kepuasan. Ini adalah suatu bentuk otoriterisme dosen. Mahasiswa bukan pelacur dan bebas menentukan nilainya sendiri! (penulis emosi karena dapet nilai c empat)
*****
Beberapa bulan terdengar kabar, bahwa pihak guru besar (dosen) membaca tulisan ini. Ternyata mereka juga mengklaim kebebasan bagi mereka, yaitu kebebasan menerima honor langsung dari mahasiswa, dan kebebasan menentukan nilai mahasiswa yang disesuaikan dengan besar kecilnya honor langsung yang diberikan si mahasiwa kepada mereka. Dengan demikian, kasus ini dimenangkan dosen dengan skor telak. Dosen nambah mobil, mahasiswa nambah utang.
Add comment Agustus 23, 2009
